Skip to main content

Girl Talk

Hmm, saya mau bicara sama yang perempuan. Ini semacam 'girl talk' tapi yang bukan perempuan juga boleh nimbrung asal jangan sok tahu. Maafkan kata-kata saya kalau kurang berkenan dan silakan cek postingan yang lain, kalau mau. Ayo yang perempuan sini bikin lingkaran yang besar biar bisa cepat kita mulai pembicaraannya.

Oke,

Berapa banyak dari kita yang merasa bahwa menjadi seorang perempuan itu harus cantik? semua?
Bagus sekali. Saya pun merasa demikian. Ibu saya, agama saya, Yangti, Budhe, tante, dan yang lainnya juga mengajarkan itu. Setidak-tidaknya perempuan itu harus bersih, rapi, dan enak dilihat supaya bisa dibedakan dengan anak laki-laki, kata mereka.
Saya sendiri sejak dulu susah mendefinisikan arti dari menjadi cantik. Sejak kecil, saya merasa teman-teman perempuan saya semuanya cantik kalau berdasarkan kata-kata ibu, nenek, dan yang lain. Kemudian saat saya beranjak remaja, setiap kali anak perempuan lewat di depan kaca pasti ada saja keluhan mereka tentang fisik mereka sendiri. Saya hanya bisa diam di depan kaca dan bertanya "Memang apa salahnya hidung pesek, jidat lebar, kulit gelap, pipi tembam, dan badan yang gemuk?". Karena tidak cantik katanya. Loh kata siapa? memangnya punya kuasa apa dia menentukan apa yang cantik dan yang tidak? Bukannya kita juga tidak bisa memilih rupa apa yang kita dapat di hidup ini. Saya masih bingung dengan definisi cantik dan kenapa tidak semua perempuan merasa cantik? Eh maaf kalau kepedean.
Sekarang, perempuan-perempuan seusia saya sudah banyak yang mahir menggunakan 'make-up'. Siapa yang disini yang kalau bepergian tidak pernah pakai dempul atau gincu? Eh, maksud saya setidaknya loose powder dan lipstick/liptint? Oh, masih ada ternyata. Saya pun kalau cuma ke kampus juga jarang pakai make-up tebal-tebal. Sebenarnya, saya takut. Jadi, pada suatu hari, saya pakai make-up yang cukup tebal dan ketika bercermin saya melihat seseorang perempuan yang amat cocok dengan definisi cantik kekinian. Kulit mulus, hidung mancung, wajah tirus, mata besar, bibir penuh, bulu mata lentik, dan alis yang luar biasa.
Setiap orang boleh punya definisi cantiknya sendiri. Setiap perempuan boleh merasa dirinya cantik dan tidak satupun orang boleh memaksanya percaya hal yang sebaliknya. Entah dia memilih untuk menggunakan make-up atau make-up seadanya atau bahkan tidak sama sekali. Tapi, lakukan itu untuk dirimu sendiri, bukan untuk orang lain. Berlomba-lomba jadi yang paling cantik itu tidak ada gunanya, karena rerumputan akan selalu terlihat lebih hijau di sisi lainnya. Daripada membandingkan segala hal yang tidak kamu punya, kenapa tidak coba menghitung apa saja yang sudah kamu miliki?
Saya takut suatu hari saya memutuskan untuk tampil apa adanya dan orang-orang kecewa karena saya tidak secantik waktu itu. Tapi, apa itu penting? Bukannya saya malah jadi tahu siapa yang benar-benar tulus dan siapa yang tidak? Lagipula, pakai make-up atau tidak saya merasa cantik-cantik aja tuh. hehe

Oh iya, buat yang non-perempuan boleh baca lagi kalimat pertama dan kalimat kedua.

Terimakasih, semuanya.

Comments