Meskipun kadarnya dapat berbeda bagi masing-masing individu, setiap orang memiliki alasan hidup yang altruistik yaitu untuk membawa kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya. Ada orang-orang yang susah payah membela kepentingan banyak orang, berdiri untuk orang lain, karena tahu beratnya berdiri sendirian. Orang-orang tersebut yang telah merasakan sepahit-pahitnya dan seperih-perihnya penderitaan, serta tidak ingin hal tersebut dialami oleh orang di sekitarnya. Ada pula yang mengorbankan satu dua jam waktunya untuk mendengarkan keluh kesah, memberikan saran, dan menebarkan semangat untuk orang lain, meskipun ia sendiri menyembunyikan lelah jauh di dalam dirinya. Dan banyak dari kita mati-matian untuk terlihat baik-baik saja di depan semua orang, hanya sekedar tidak ingin membuat mereka khawatir. Kalian sungguh luar biasa dan betapa beruntungnya aku jika memiliki kalian. Aku tahu pasti ada saja orang-orang yang tidak melihat usaha kalian. Tapi, itu bukan salah siapapun, karena tidak ada orang jahat di muka bumi. Yang ada hanya orang yang berusaha menyelamatkan dirinya sendiri, dan itu juga sama sekali tidak salah. Hingga mungkin akhirnya, kita merasa sia-sia saja semua yang kita lakukan untuk orang lain. Lalu, kapan ada waktu untukku sendiri? Kapan aku bisa beristirahat dan melihat orang lain berusaha? Saat dalam tekanan, pikiran akan masuk dalam mode fight or flight. Saat memilih 'fight', yang mungkin dialami adalah beratnya menanggung semua beban itu sendiri, namun pada akhirnya kita bisa saja berhasil atau jatuh pada keterpurukan yang menyakitkan. Beberapa dari kita mungkin memilih untuk mencari pelarian, namun pada akhirnya pelarian ini tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada. Seperti morfin yang membuat candu, hingga akhirnya kita tidak akan pernah merasa cukup akan hal tersebut.
Kembali kepada alasan yang altruistik itu. Apa yang sebenarnya kita harapkan, dan terutama dari siapa? Karena sekeras apapun kita mencoba, kita tidak akan pernah bisa memenuhi ekspektasi semua orang. Dan untuk apapun itu, ekspektasi kita terhadap orang lainlah yang sering kali membawa kita pada kekecewaan. Kamu bisa beristirahat sejenak untuk meredakan lelahmu itu. Pada akhirnya, yang paling mungkin untuk menyelamatkan kita adalah diri kita sendiri. Learning to love yourself, it is the greatest love of all. Aku sadar apa yang beberapa dari kita pikirkan, "I don't know how to love myself, I need others to do it for me". I want you to know, you are so loved, by me, by everyone around you, and more importantly by the most divine of all. Semua hal baik yang kita lakukan akan kembali kepada kita sendiri, meskipun terkadang dalam bentuk yang tidak kita duga-duga.
Kembali kepada alasan yang altruistik itu. Apa yang sebenarnya kita harapkan, dan terutama dari siapa? Karena sekeras apapun kita mencoba, kita tidak akan pernah bisa memenuhi ekspektasi semua orang. Dan untuk apapun itu, ekspektasi kita terhadap orang lainlah yang sering kali membawa kita pada kekecewaan. Kamu bisa beristirahat sejenak untuk meredakan lelahmu itu. Pada akhirnya, yang paling mungkin untuk menyelamatkan kita adalah diri kita sendiri. Learning to love yourself, it is the greatest love of all. Aku sadar apa yang beberapa dari kita pikirkan, "I don't know how to love myself, I need others to do it for me". I want you to know, you are so loved, by me, by everyone around you, and more importantly by the most divine of all. Semua hal baik yang kita lakukan akan kembali kepada kita sendiri, meskipun terkadang dalam bentuk yang tidak kita duga-duga.
Comments
Post a Comment